Jadi mahasiswa perantau itu campur aduk rasanya. Di satu sisi kamu bebas banget, nggak ada yang ngatur jam makan atau ngingetin buat belajar. Tapi di sisi lain, kamu juga yang harus ngurus semuanya sendiri: cuci baju, masak (atau beli makan), bagi uang bulanan, sampai mikirin karier setelah lulus. Nah, yang terakhir ini sering banget keteteran. Bukan karena males, tapi karena hidup sehari-hari aja udah bikin capek.
Gue ngerti banget. Dulu waktu masih kuliah di kota orang, gue sering ngerasa karier itu urusan nanti. Padahal, makin cepat kamu mulai nyicil, makin ringan nanti. Makanya gue mau bagi satu rencana sederhana yang bisa kamu jalanin dalam satu minggu. Nggak perlu modal besar, nggak perlu waktu berjam-jam. Cukup konsisten aja.
Baca juga: Tiap Awal Bulan Pemilik Usaha Kecil Harus Jawab 4 Pertanyaan Ini
Senin–Selasa: Rapikan Dulu "Etalase" Kamu
Sebelum mikirin lamaran atau wawancara, cek dulu apa yang orang lihat dari kamu. Mulai dari CV. Buka file CV lama kamu, baca ulang, dan tanya ke diri sendiri: kalau gue jadi HRD, gue tertarik nggak baca ini? Kalau jawabannya ragu, berarti waktunya dirapikan.
Yang paling sering gue lihat di CV mahasiswa adalah deskripsi yang terlalu umum. Contohnya "aktif di organisasi" atau "bisa bekerja sama dalam tim". Itu mah hampir semua orang bisa nulis. Coba ganti dengan hal konkret: acara apa yang kamu urus, berapa orang yang kamu koordinasi, hasilnya gimana.
- Senin: Update CV, tambahkan pengalaman organisasi atau proyek kuliah dengan angka dan hasil nyata.
- Selasa: Rapikan profil LinkedIn atau portofolio online. Foto yang layak, deskripsi singkat yang jelas, dan pengalaman yang diisi beneran.
Nggak usah perfeksionis. Satu jam cukup, kok. Yang penting mulai.
Rabu: Kenalan Sama Orang Baru (Tanpa Niat Maksa)
Ini bagian yang sering dilewatin anak rantau, padahal dampaknya besar. Jaringan itu bukan cuma buat anak-anak yang aktif di BEM atau punya orang dalam. Kamu juga bisa mulai dari hal kecil.
Coba deh, Rabu ini luangkan waktu buat ngobrol sama satu orang yang kamu kenal tapi belum pernah ngobrol serius. Bisa senior di jurusan, kakak tingkat yang udah kerja, atau teman satu kos yang magang di tempat menarik. Tanya soal pengalaman mereka, jangan langsung minta kerjaan. Orang lebih suka ngobrol sama yang tulus penasaran daripada yang mendadak ramah karena butuh sesuatu.
Jaringan itu bukan soal punya kenalan banyak, tapi soal punya orang yang inget sama kamu saat ada kesempatan.
Kamis: Latihan Wawancara, Minimal Sama Cermin
Wawancara itu kayak otot. Kalau nggak pernah dilatih, ya kaku. Kamu nggak perlu nunggu ada panggilan interview baru mulai latihan. Kamis ini, siapkan tiga pertanyaan yang paling sering muncul: ceritakan tentang diri kamu, kenapa tertarik posisi ini, dan apa kelebihan serta kekurangan kamu.
Cara latihan yang nggak bikin bosan
Rekam suara kamu sendiri pakai HP waktu jawab pertanyaan itu. Dengerin ulang, dan perhatiin: terlalu banyak "eee", terlalu panjang, atau malah nggak jelas intinya? Ini cara paling murah buat sadar kebiasaan buruk sendiri. Gue dulu kaget waktu denger rekaman sendiri, ternyata jawaban gue muter-muter nggak jelas.
Kalau ada teman yang mau bantu, minta mereka jadi pewawancara bohongan. Lebih bagus lagi kalau kamu latihan jawab pakai bahasa yang natural, bukan hafalan. Pewawancara itu gampang banget nebak jawaban yang dihafal, lho.
Jumat: Cari Tahu Satu Info Dunia Kerja yang Belum Kamu Tahu
Anak rantau sering ketinggalan info karena sibuk ngurus hidup sendiri. Jumat ini, sisihkan 30 menit buat baca satu artikel atau nonton satu video soal dunia kerja di bidang yang kamu incar. Misalnya: gaji entry level di kota kamu, skill apa yang lagi dicari, atau tren industri terbaru.
Kamu nggak perlu jadi ahli, cukup tahu konteksnya. Waktu ngobrol sama orang atau pas wawancara nanti, pengetahuan kecil ini bikin kamu kelihatan lebih siap dibanding yang cuma modal semangat. Menurut gue, ini investasi paling murah buat karier.
Sabtu: Evaluasi dan Siapkan Langkah Minggu Depan
Hari Sabtu, duduk sebentar, terus tanya ke diri sendiri: dari empat hari tadi, mana yang paling susah? Mana yang paling gampang? Jangan cuma ngerasa, tapi catat. Kamu bisa pakai notes di HP, nggak perlu buku khusus.
Gue saranin kamu bikin satu target kecil buat minggu depan berdasarkan hasil evaluasi ini. Misalnya kalau CV kamu masih kurang, minggu depan fokus minta review dari satu orang. Kalau latihan wawancara masih kaku, coba tambah satu sesi latihan lagi. Kecil-kecil aja, yang penting jalan terus.
Dan Minggu? Istirahat. Serius, ini juga bagian dari rencana. Anak rantau sering lupa kalau capek itu nyata dan nggak bisa dipaksa terus-terusan. Karier itu maraton, bukan sprint. Kalau kamu memaksakan diri terus tanpa jeda, yang ada malah burnout sebelum mulai.
Jadi, nggak perlu nunggu semester akhir buat mulai mikirin karier. Mulai minggu ini aja, pelan-pelan, konsisten. Satu langkah kecil tiap hari jauh lebih berguna daripada rencana besar yang nggak pernah dijalankan. Kamu udah jauh-jauh merantau, masa iya berhenti di tengah jalan cuma karena nggak sempat nyicil dari sekarang?